Home

Bogor , sebuah kota yang menurut buku-buku pelajaran jaman dulu adalah sebuah kota peristirahatan yang indah . Sebuah kota berudara sejuk di kaki gunung Salak yang merupak tempat favorit bagi meneer-meneer dan nyonye-nyonye Belande dulu untuk beristirahat . Kota tempat dimana sebuah Kebun Raya  atau Botanical Garden yang tersohor itu berada .

Bogor , sebuah kota yang saat ini berubah menjadi sebuah kota semi metropolis . Kota yang seperti juga dengan banyak kota yang berdekatan dengan ibukota Jakarta terkena virus “penyakit” yang diidap oleh kota terbesar di Indonesia ini , seperti kemacetan , kebisingan , sampah dan banyak lagi penyakit kota2 besar .  Kota yang sudah mulai dipenuhi oleh berbagai mall , tempat perbelanjaan , tempat bisnis , tempat hiburan , bahkan tempat maksiat sekalipun semakin menjamur di kota yang dulunya merupakan tempat yang sejuk dan tenang ini . Kota yang masyarakatnya semakin banyak yang mengidap penyakit “kejiwaan” seperti konsumerisme , intoleransi , tidak acuh terhadap orang lain .

Bogor , sebuah kota yang mewarisi gen buruk dari bangsa ini dalam ketidakpatuhan pada aturan dan hukum yang ada . Sebuah kota dimana hukum atau aturan ada bukan untuk dipatuhi melainkan “sesuatu” yang perlu dilanggar dan diakali . Sebuah kota dimana pelanggaran terhadap aturan menjadi sesuatu yang “umum” dan bahkan “wajib” dilakukan . Sebuah kota dimana berbagai rambu aturan , berbagai tatacara dilanggar dengan berbagai alasan dan pembenaran . Sebuah kota dimana seorang supir angkutan umum (angkot) bisa menjadikan dirinya sebagai “penegak hukum” ketika dia membentak orang yang mengingatkan dirinya untuk tidak berhenti di bawah rambu LETTER S . Sebuah kota dimana pemerintahnya membiarkan para PKL berdagang di trotoar atau badan jalan . Sebuah kota yang membiarkan warganya membuang bekas minuman ke jalan tanpa adanya sanksi apapun . Sebuah kota dimana penegak hukumnya seperti tidak ada dimanapun dan mungkin hanya berada di kantor-kantor mereka saja .

Bogor , sebuah kota dimana saya tinggal sejak tahun 1978 sampai dengan hari ini .. dan melihat hal-hal seperti tertulis di atas hanya dalam waktu 1 1/2 jam dalam perjalanan dari Botany Square ke rumah . Sebuah kota yang mungkin akan tetap saya tinggali sampai akhir hayat nanti

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s